Tes Potensi AkademikPelatihan TPAPelatihan TPA Bappenas

Perbedaan TPA dan TKA: Mana yang Lebih Penting dalam Seleksi?

Perbedaan TPA dan TKA: Mana yang Lebih Penting dalam Seleksi?

Simak UI Program Pascasarjana Dalam berbagai proses seleksi—mulai dari masuk perguruan tinggi, sekolah kedinasan, CPNS, hingga rekrutmen beasiswa—dua jenis tes yang paling sering muncul adalah TPA (Tes Potensi Akademik) dan TKA (Tes Kemampuan Akademik). Banyak calon peserta yang menganggap keduanya sama, padahal sebenarnya memiliki tujuan dan fokus pengukuran yang berbeda. Memahami perbedaan TPA dan TKA sangat penting agar persiapan belajar menjadi lebih efektif, terarah, dan sesuai kebutuhan seleksi.

Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu TPA dan TKA, apa saja aspek yang diuji, contoh soal, fungsi masing-masing, hingga mana yang lebih penting untuk dipelajari berdasarkan jenis seleksinya.

Apa Itu TPA (Tes Potensi Akademik)?

TPA adalah tes yang dirancang untuk mengukur kemampuan dasar intelektual seseorang, tanpa bergantung pada pengetahuan materi pelajaran. TPA menilai “potensi” berpikir, bukan “isi kepala” dari pelajaran sekolah. Karena itu, jenis tes ini lebih menyerupai tes kecerdasan (IQ test) namun dikemas dalam bentuk yang lebih akademis.

Beberapa aspek yang biasanya diuji dalam TPA meliputi:

1. Verbal (Bahasa)

Mengukur kemampuan memahami kata, sinonim, antonim, analogi, dan logika bahasa.
Contoh: “Lembut = … (A. Halus B. Keras C. Tegas)”

2. Numerik

Menguji kemampuan berhitung dasar dan pola angka.
Contoh: Deret 2, 4, 8, 16, … ?

3. Figural

Menilai kemampuan mengolah informasi visual seperti pola gambar, rotasi, dan hubungan bentuk.
Contoh: mencari gambar yang berbeda atau melanjutkan pola.

4. Penalaran

Termasuk logika deduktif-induktif dan hubungan sebab-akibat.

Tes ini banyak digunakan karena dianggap netral terhadap jurusan dan latar belakang pendidikan peserta. Dengan kata lain, TPA membantu seleksi melihat kemampuan dasar berpikir, bukan sekadar hafalan.

Apa Itu TKA (Tes Kemampuan Akademik)?

TKA adalah tes yang mengukur penguasaan materi pelajaran tertentu sesuai bidang akademik yang dipilih peserta. TKA biasanya bersifat teknis dan bersumber dari pelajaran sekolah seperti Matematika, Fisika, Biologi, Ekonomi, Sejarah, Bahasa Indonesia, atau Bahasa Inggris.

Aspek yang diuji dalam TKA menyesuaikan jalur seleksi, misalnya:

  • TKA Saintek: Matematika, Fisika, Kimia, Biologi
  • TKA Soshum: Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Sejarah
  • TKA Bahasa: Sastra Indonesia, Sastra Inggris
  • TKA Sekolah Kedinasan: Sesuai kebutuhan instansi (misal: Matematika, Bahasa Indonesia)

TKA mengukur apakah peserta menguasai materi akademik untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau tugas profesional yang lebih kompleks.

Baca Juga: Peran TPA dan TKA dalam Sistem Seleksi Bappenas

Perbedaan TPA dan TKA Secara Sederhana

Untuk memudahkan, berikut tabel perbandingan yang memperlihatkan perbedaan inti keduanya:

Aspek TPA TKA
Fokus Potensi berpikir Pengetahuan akademik
Sifat Umum, tidak terikat jurusan Spesifik per bidang
Materi Verbal, numerik, figural, logika Pelajaran sekolah
Contoh Sinonim, deret angka, pola gambar Matematika, IPA, IPS
Tujuan Mengukur kemampuan dasar Mengukur kompetensi materi
Jenis seleksi CPNS, kedinasan, beasiswa, kuliah Kampus, kedinasan tertentu

Dari sini terlihat bahwa TPA lebih ke arah how you think, sedangkan TKA adalah what you know.

Kenapa Banyak Seleksi Menggunakan Keduanya?

Banyak instansi menggunakan TPA dan TKA secara bersamaan karena keduanya saling melengkapi. TPA memastikan peserta memiliki kemampuan berpikir dasar yang solid, sedangkan TKA memastikan peserta memiliki kompetensi materi yang dibutuhkan untuk menjalani tugas atau pendidikan selanjutnya.

Contoh:

  • Seleksi sekolah kedinasan: membutuhkan peserta yang cerdas secara logika (TPA) dan menguasai dasar akademik (TKA).
  • CPNS: memerlukan kemampuan berpikir cepat dan penalaran yang kuat, sehingga TPA sering digunakan.
  • UTBK dan seleksi kampus: TKA digunakan untuk mengukur kesiapan akademik peserta sesuai jurusan.

Mana yang Lebih Penting dalam Seleksi?

Jawabannya tergantung konteks seleksi, tetapi secara umum:

1. Seleksi CPNS & Kedinasan

  • TPA lebih dominan, karena tes potensi menunjukkan kemampuan analisis cepat yang dibutuhkan di lingkungan kerja birokrasi.
  • Namun, TKA juga sering dipakai untuk menilai kesiapan pengetahuan dasar (misal: Matematika & Bahasa Indonesia).

2. Seleksi Masuk Kampus (S1)

  • TKA biasanya lebih berat bobotnya, terutama untuk jurusan yang spesifik.
  • Misalnya: masuk Teknik → Matematika dan Fisika lebih penting.

3. Beasiswa

Banyak program beasiswa nasional dan internasional lebih mempertimbangkan TPA, karena dianggap lebih netral dan adil untuk semua jurusan.

Bagaimana Cara Mempersiapkan TPA dan TKA?

1. Persiapan TPA

  • Latihan soal verbal, numerik, dan figural secara rutin.
  • Tingkatkan kecepatan membaca dan menganalisis.
  • Biasakan mengerjakan soal berpola.

Latihan intensif sangat membantu karena TPA lebih menilai kecerdasan terlatih daripada bawaan.

2. Persiapan TKA

  • Pelajari kembali materi inti (Matematika dasar, Bahasa Indonesia, IPA/IPS).
  • Fokus pada konsep, bukan hanya rumus.
  • Gunakan bank soal dan pembahasan.

TPA Bappenas online vs offline

bayu13

Author bayu13

More posts by bayu13

Leave a Reply