was successfully added to your cart.

Cart

Pelatihan TPA

Contoh Soal TPA Penalaran Logis

By April 9, 2019 No Comments

Contoh Soal TPA Penalaran Logis

 

Contoh Soal TPA Penalaran Logis

 

Contoh Soal TPA Penalaran Logis – Diberbagai seleksi yang sifatnya umum senantiasa dibarengi dengan soal-soal seleksi untuk memilih calon peserta yang paling kompeten. Salah satu bentuk soal tes adalah Tes Potensi Akademik atau populer disebut tes TPA (Tes Akademik). Banyak instansi yang menggunakan soal-soal TPA sebagai media mereka untuk mengetahui kompetensi atau kemampuan akademik dari calon peserta tes. Salah satu instansi, seperti Dikti dalam Seleksi Bersama Mahasiswa Baru (SBMPTN), TNI dalam AKMIL (Akademi Militer), Polri dalam Akpol (Akademi Kepolisian), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional melalui seleksi Bappenas dan masih banyak lagi fungsi serta kegunaan dari soal-soal TPA.

 

Tes penalaran logis adalah salah satu subtes kemampuan penalaran. Tes ini biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang untuk berfikir secara logis. Tes penalaran logis ini membutuhkan kemampuan logika seseorang dengan baik. Sesuai dengan judul tesnya, tes penalaran logis membutuhkan kemampuan penalaran, biasanya peserta tes akan disuguhkan pernyataan-pernyataan yang saling berhubungan, dan diminta untuk menyimpulkan hubungan antara pernyataan-pernyataan tersebut. Nah kali ini kita akan memberikan 5 contoh soal TPA penalaran logis, beserta dengan pemahasannya. Anda bisa mencoba menjawab terlebih dahulu soal tersebut baru mencocokkan dengan jawaban dari kami.

 

TES PENALARAN LOGIS (SILOGISME)

 

  1. Jika Reva membeli rok, maka ia juga membeli syal.

          Jika Reva membeli syal, maka Sasa membeli jaket.

          Sasa membeli celana.

A.Sasa dan Reva membeli rok

B.Reva tidak membeli celana

C.Reva membeli syal dan jaket

D.Reva dan Sasa membeli celana

E.Reva membeli rok dan syal

 

Jawaban: B. Reva tidak membeli celana

Jika Reva membeli rok, maka ia juga membeli syal. Jika Reva membeli syal maka Sasa membeli jaket. Jika Sasha membeli celana maka Sasa tidak membeli jaket. Reva pun juga tidak membeli syal. Artinya, Reva tidak membeli rok.

 

 

  1. Setiap pembelian 4 celana gratis 1 kaus

          Setiap pembelian 12 kaus gratis 1 celana

          Luna membeli 10 celana dan 25 kaus.

A.Luna mendapat 12 celana dan 27 kaus

B.Luna mendapat 10 celana dan 26 kaus

C.Luna mendapat 12 celana dan 25 kaus

D.Luna mendapat 11 celana dan 27 kaus

E.Luna mendapat 11 celana dan 26 kaus

 

Jawaban: A. Luna mendapat 12 celana dan 27 kaus.

Setiap pembelian 4 celana gratis 1 kaus. Setiap pembelian 12 kaus gratis 1 celana. Jika Luna membeli 10 celana, maka ia mendapat gratis 2 kaus. Jika Luna membeli 25 kaus, maka ia mendapat gratis 2 celana. Luna akhirnya mendapat 12 celana dan 27 kaus.

 

 

 

 

  1. Semua buku pelajaran berada di rak baris A

          Buku sejarah berada di baris A dan novel di rak baris B

A.Buku sejarah bukan termasuk buku pelajaran

B.Novel dan buku sejarah berada di rak yang bersebelahan

C.Novel bukan termasuk buku pelajaran

D.Semua novel berada di rak baris A

E.Buku kesehatan dan novel berada di rak yang bersebelahan

 

Jawaban: C. Novel bukan termasuk buku pelajaran.

Semua buku pelajaran berada di rak baris A. Jika buku sejarah berada di baris A dan novel berada di rak baris B, maka novel bukan termasuk buku pelajaran.

 

 

  1. Sebuah bus menempuh perjalanan dari Solo ke Yogyakarta selama 2,5 jam dengan kecepatan 70km/jam.

          Dika mengendarai sepeda motor mampu menempuh jarak yang sama namun hanya dalam waktu 2 jam.

A.Kecepatan sepeda motor Dika lebih cepat dibanding kecepatan bus

B.Antara bus dan Dika tidak bisa dibandingkan kecepatan tempuhnya

C.Kecepatan sepeda motor Dika tidak jauh berbeda dengan kecepatan bus.

D.Kecepatan bus sama dengan kecepatan sepeda motor Dika

E.Kecepatan sepeda motor Dika lebih kecil dibanding kecepatan bus

 

Jawaban: A. Kecepatan sepeda motor Dika lebih cepat dibanding kecepatan bus.

Sebuah bus menempuh perjalanan selama 2,5 jam dengan kecepatan 70km/jam, sedangkan dengan jarak yang sama Dika mengendarai sepeda motor dengan waktu 2 jam. Waktu yang diperlukan Dika lebih sedikit dibanding bus, maka kecepatan yang diperlukan Dika akan lebih besar.

 

 

  1. Tidak diizinkan membawa makanan dan minuman di dalam perpustakaan.

          Ada murid yang membawa makanan dan minuman.

A.Beberapa murid minum jus di dalam perpustakaan

B.Beberapa murid juga membawa makanan dan minuman

C.Beberapa murid tidak mematuhi peraturan perpustakaan

D.Murid yang tidak membawa makanan dan minuman tidak masuk ke perpustakaan

E.Murid yang membawa makanan dan minuman tidak diperbolehkan masuk perpustakaan

 

Jawaban: E. Murid yang membawa makanan dan minuman tidak diperbolehkan masuk perpustakaan.

Peraturan di perpustakaan adalah tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman di dalam perpustakaan. Jika ada murid yang membawa makanan dan minuman, maka ia tidak diperbolehkan masuk perpustakaan.

 

 

 

Mengapa Pelatihan TPA Penting ?

 

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

 

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka kegiatan pelatihan TPA ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

 

Materi Pelatihan & Instruktur

 

Verbal (padanan kata, lawan kata, analogi verbal);  Kuantitatif (hitungan, deret bilangan, komparasi kuantitatif); Penalaran (logika formal, analitis, keruangan, penalaran logis) serta ditambah dengan teknik mengerjakan TPA dengan metode berpikir strategis. Instruktur berpengalaman & berlatar  belakang pendidikan yang relevan dengan materi pelatihan.

 

Informasi lebih lanjut mengenai Pelatihan TPA Bappenas & UI
KLIK SEKARANG

Lokasi Pusat Pelatihan TPA

 

Contoh Soal TPA Penalaran Logis

bayu13

Author bayu13

More posts by bayu13

Leave a Reply

1
Assalamualaikum, ada yang bisa kami bantu ?
Powered by