was successfully added to your cart.
Pelatihan TPA Bappenas

Materi TPA Kemampuan Numerik

By December 3, 2018 No Comments

Materi TPA Kemampuan Numerik

Materi TPA Kemampuan Numerik

Materi TPA Kemampuan Numerik – Tes potensi akademik merupakan tes yang ditujukan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam berhitung dengan benar dalam waktu yang terbatas. Ruang lingkup tes numerik meliputi perhitungan, estimasi, interpretasi data, dan logika matematika, serta barisan dan deret.

 

PERHITUNGAN

Soal-soal perhitungan yang umum diujikan dalam psikotes, tes potensi akademik, dan tes bakat skolastik adalah aritmatika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian. Perhitungan lain seperti pecahan, persentase, perbandingan, proporsi, rata-rata, jarak, waktu, dan kecepatan juga sering muncul dalam setiap tes.

 

  1. BILANGAN

 

  • Bilangan Romawi

I = 1 (satu)
V = 5 (lima)
X = 10 (sepuluh)
L = 50 (lima puluh)

Contoh:
XXI = 21
CDV = 405
XI = 11   C = 100 (seratus)
D = 500 (lima ratus)
M = 1.000 (seribu)

MMIII = 2.003
CL = 150
MCMXCIX = 1.999

 

  • Penjumlahan bilangan bulat

Berikut ini ketentuan operasi penjumlahan bilangan bulat.

Jika suatu bilangan dijumlahkan dengan lawan bilangannya, maka hasilnya adalah nol: [a + (-a) = 0].
Contoh ⇒  19 + (-19) = 0, ⇒⇒⇒  -19 lawan dari 1

Jika suatu bilangan di depannya terdapat tanda negatif lebih besar dari bilangan positifnya, hasilnya adalah bilangan negatif.
Contoh ⇒  8 + (-12) = 8 – 12 = – 4, ⇒⇒⇒  12 lebih besar dari

Jika suatu bilangan di depannya terdapat tanda negatif lebih kecil dari bilangan positifnya, hasilnya adalah bilangan positif.
Contoh ⇒  (-4) + 14 = 10, ⇒⇒⇒  4 lebih kecil dari 14

 

  • Pengurangan bilangan bulat

Berikut ini ketentuan operasi pengurangan pada bilangan bulat.

Jika suatu bilangan positif dikurangi dengan lawannya, maka hasilnya dua kali bilangan itu sendiri: [a – (-a) = 2 x a].
Contoh ⇒ 11 – (-11) = 11 + 11 = 22, ⇒⇒⇒  -11 lawan dari 11

Jika suatu bilangan negatif dikurangi bilangan positif, hasilnya bilangan negatif.
Contoh ⇒ -14 – 6 = -20, ⇒⇒⇒  (sama artinya -14 ditambah -6)

Jika suatu bilangan negatif dikurangi bilangan negatif, ada 3 kemungkinan seperti berikut ini.
Berupa bilangan positif jika bilangan di belakang tanda negatif lebih besar.
Contoh ⇒ -4 – (-9) = -4 + 9 = 5, ⇒⇒⇒  9 lebih besar dari 4

Berupa bilangan negatif jika bilangan di belakang tanda negatif lebih kecil.
Contoh ⇒ -8 – (-3) = -8 + 3 – -5, ⇒⇒⇒  3 lebih kecil dari 8

Berupa bilangan nol jika bilangan negatifnya sama.
Contoh ⇒ -15 – (-15) = -15 + 15 = 0, ⇒⇒⇒  -15 sama dengan -15

Jika semua bilangan bulat dikurangi dengan nol, hasilnya adalah bilangan bulat itu sendiri.
Contoh ⇒ 4 – 0 = 4

 

  • Perkalian bilangan bulat

Berikut ini ketentuan operasi perkalian pada bilangan bulat.

Jika bilangan positif dikalikan bilangan negatif, hasilnya bilangan negatif.
Contoh ⇒ 6 x (-3) = -15

Jika bilangan positif dikalikan bilangan positif, hasilnya bilangan positif.
Contoh ⇒ 13 x 5 = 65

Jika bilangan negatif dikalikan bilangan negatif, hasilnya bilangan positif.
Contoh ⇒ (-3) x (-7) = 21

Jika bilangan bulat dikalikan dengan nol, hasilnya nol.
Contoh ⇒ (-8) x 0 = 0

 

  • Pembagian bilangan bulat

Berikut ini ketentuan operasi pembagian pada bilangan bulat:

Jika tanda kedua bilangan bulat itu sama
Positif dibagi positif hasilnya positif : [ + : + = + ].
Contoh ⇒ 6 : 6 = 1
Negatif dibagi negatif, hasilnya positif : [- : – = + ].
 Contoh ⇒ (-21) : (-3) = 7

Jika tanda kedua bilangan itu berbeda
Positif dibagi negatif, hasilnya negatif: [+ : – = –].
Contoh ⇒  25 : (-5) = –5
Negatif dibagi positif, hasilnya negatif: [ – : + = – ].
Contoh ⇒ (-27) : 9 = -3

 

  • Operasi hitung campuran bilangan bulat

Operasi pembagian dan perkalian adalah sama kuat. Oleh karena itu, agar lebih praktis, maka pengerjaan operasi yang ditulis terlebih dahulu harus dikerjakan lebih awal.
Contoh ⇒ 3 x 4 : 2 = 6
Caranya ⇒ (3 x 4) : 2 = 6 = 12 : 2

Operasi penjumlahan dan pengurangan sama kuat. Oleh karena itu, pengerjaan operasi yang ditulis terlebih dahulu harus dikerjakan lebih awal.
Contoh ⇒ 50 + 25 – 30 = 45
Caranya ⇒ (50 + 25) – 30 = 75 – 30 = 45

 Apabila dalam suatu soal terdapat tanda kurung, maka pengerjaan operasi dalam kurung terlebih dahulu harus dikerjakan.
Contoh ⇒ 30 : (2 + 4) + 13 = 18
Caranya ⇒ 30 : (6) + 13 = (30 : 6) + 13 = 5 + 13 = 18

Operasi perkalian dan pembagian lebih kuat daripada penjumlahan dan pengurangan, maka harus dikerjakan terlebih dahulu.
Contoh ⇒ 125 + 400 : 8 – 5 x 30 = 25
Caranya ⇒ 125 + (400 : 8) – (5 x 30) = 125 + 50 – 150 = 175 – 150 = 25

 

 

 

  1. PECAHAN

Pecahan menunjukkan pembagian ½ berarti 1 dibagi 2. Bagian atas suatu pecahan adalah pembilang, sedangkan bagian bawahnya adalah penyebut.

 

 

  • Penjumlahan dan pengurangan pecahan

Jika pada penjumlahan atau pengurangan pecahan memiliki penyebut sama, maka cukup lakukan penjumlahan atau pengurangan pada pembilangnya, sementara penyebutnya tetap sama.

Jika pada penjumlahan atau pengurangan pecahan memiliki penyebut yang berbeda, maka terlebih dahulu samakan penyebutnya, kemudian bisa dilakukan penjumlahan atau pengurangan pada pembilangnya.

 

  • Perkalian pecahan

Pada perkalian pecahan, Anda tidak perlu menyamakan penyebutnya. Caranya adalah kalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut.

 

  • Pembagian pecahan

Pada pembagian pecahan, pembagian pecahan pertama dengan pecahan kedua sama dengan perkalian pecahan pertama dengan sebalikan dari pecahan kedua.

 

 

  1. PERSENTASE

Persentase adalah sebuah pecahan yang penyebutnya 100. Untuk mengubah bentuk persentase menjadi bentuk pecahan dapat dilakukan dengan menuliskan bilangan asli sebagai pembilang dan 100 sebagai penyebut.

 

 

  1. PERBANDINGAN

Perbandingan adalah pernyataan yang membandingkan dua nilai dimana salah satu nilai dibagi nilai lainnya.
Contoh : Di dalam suatu bus terdapat 15 pria dan 25 wanita. Perbandingan jumlah pria dengan wanita dalam bus tersebut adalah atau 15. Perbandingan wanita dengan pria adalah atau 25 : 15. 15

 

 

  1. PROPORSI

Proporsi adalah suatu persamaan dari dua pecahan di kedua ruasnya. Proporsi terbagi menjadi dua, yaitu:

 

  • Proporsi langsung

Pada proporsi langsung, kedua variabelnya berhubungan, artinya jika kedua bilangan dikalikan atau dibagi dengan bilangan yang sama, perbandingan tidak berubah.

 

  • Proporsi invers

Pada proporsi invers ada 2 ketentuan, yaitu:
1. Peningkatan salah satu nilai melalui perkalian akan menyebabkan penurunan pada nilai kedua.
2. Penurunan salah satu nilai melalui pembagian akan menyebabkan peningkatan pada nilai kedua.

Itulah materi TPA kemampuan numerik yang bisa sobat pelajari sebelum terjun langsung untuk menjawab soal-soal latihannya. Semoga apa yang disuguhkan di atas bisa bermanfaat ya buat Anda..

 

 

Mengapa Pelatihan TPA Penting ?

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka kegiatan pelatihan TPA ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

 

 

Informasi lebih lanjut mengenai Pelatihan TPA Bappenas & UI
KLIK SEKARANG

Lokasi Pusat Pelatihan TPA

 

Materi TPA Kemampuan Numerik

bayu13

Author bayu13

More posts by bayu13

Leave a Reply

1
×
Assalamualaikum, ada yang bisa kami bantu ?